<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dewipratami&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://dewipratami.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dewipratami.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Apr 2011 08:41:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dewipratami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dewipratami&#039;s Blog</title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dewipratami.wordpress.com/osd.xml" title="Dewipratami&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dewipratami.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Analisis rasio laporan keuangan Bank Mandiri Periode 2008-2009 Menurut Metode Camel</title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2011/04/16/analisis-rasio-laporan-keuangan-bank-mandiri-periode-2008-2009-menurut-metode-camel/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2011/04/16/analisis-rasio-laporan-keuangan-bank-mandiri-periode-2008-2009-menurut-metode-camel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 08:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Perhitungan rasio keuangan menurut metode camel mempunyai 5 aspek, yaitu : Capital Dengan menggunakan suatu indikator yaitu CAR yang diperoleh dengan membandingkan modal sendiri dengan aktiva tertimbang menurut resiko yang dihitung dari bank yang bersangkutan. Rumus : CAR = Modal Sendiri Aktiva Tertimbang Pada laporan keuangan diatas CAR mengalami perubahan yang signifikan, pada tahun 2008 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=71&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/04/1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-73" title="1" src="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/04/1.jpg?w=276&#038;h=300" alt="" width="276" height="300" /></a>Perhitungan rasio keuangan menurut metode camel mempunyai 5 aspek, yaitu :</p>
<ol>
<li>Capital
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dengan menggunakan suatu indikator yaitu CAR yang diperoleh dengan membandingkan modal sendiri dengan aktiva tertimbang menurut resiko yang dihitung dari bank yang bersangkutan. </span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Rumus : CAR = <span style="text-decoration:underline;"> Modal Sendiri </span></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"> <span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aktiva Tertimbang</span></span></span></li>
</ol>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Pada laporan keuangan diatas CAR mengalami perubahan yang signifikan, pada tahun 2008 sebesar (22.42) sedangkan pada tahun 2009 CAR mengalami penurunan sebesar (15.37). </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong>Karena CAR ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar jumlah aktiva yang memiliki resiko yang dibiayai oleh modal selain dana bank, sehingga dapat dikatakan Bank Mandiri tidak mampu mepertahankan sejumlah aktiva yang memiliki resiko</strong></span><span style="font-size:small;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY">
<ol start="2">
<li>
<p align="JUSTIFY">Assets</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Indikator kualitas aset yang dipakai adalah rasio kualitas produktif bermasalah dengan aktiva produktif (NPL). </span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Rumus : NPL = Kualitas produktif bermasalah / aktiva produktif</span></span></span></p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pada laporan keuangan diatas NPL mengalami perubahan, pada tahun 2008 NPL sebesar (1.16) dan pada tahun 2009 NPL mengalami penurunan sebesar (1.4). Karena NPL ini digunakan untuk mengetahui kualitas assets suatu bank, maka dapat disimpulkan bahwa Bank Mandiri tidak bisa mempertahankan kualitas asset pada tahun 2009.</span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY">
<ol start="3">
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Management</span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kualitas manajemen dapat dilihat dari kualitas manusianya dalam bekerja, juga dapat dilihat dari pendidikan serta pengalaman karyawannya dalam menangani berbagai kasus yang terjadi. Unsur-unsur penilaian dalam kualitas manajemen adalah manajemen permodalan, aktiva, umum, rentabilitas dan likuiditas, yang didasarkan pada jawaban dari pertanyaan yang diajukan. </span></span></span></p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY">
<ol start="4">
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Earning</span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Indikator yang dipakai adalah dan BO/PO yang digunakan untuk mengukur perbandingan biaya operasi/biaya intermediasi terhadap pendapatan operasi yang diperoleh bank, dan NIM yang diperoleh dengan membandingkan pendapatan bunga bersih dengan rata-rata aktiva produktif. </span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Rumus : BO/PO = Total beban operasional / total pendapatan operasional</span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"> <span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">NIM = Pendapatan bunga bersih / rata-rata aktiva produktif</span></span></span></p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY">
<ul>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">BOPO</span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;">Digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. </span><span style="font-size:small;"><strong>Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan lembaga keuangan yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu lembaga keuangan dalam kondisi bermasalah semakin kecil.</strong></span><span style="font-size:small;"> Pada tahun </span><span style="font-size:small;"><strong>2008</strong></span><span style="font-size:small;"> rasio BOPO </span><span style="font-size:small;"><strong>69.88</strong></span><span style="font-size:small;"> namun </span><span style="font-size:small;">pada tahun 2009 naik menjadi 78.12,</span><span style="font-size:small;"> ini membuktikan pengendalian yang kurang baik antara biaya operasional dengan pendapatan operasionalnya karena rasio naik.</span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;">NIM</span></span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><strong>Rasio NIM pada data diatas </strong></span><span style="font-size:small;">tahun 2009 mengalami kenaikan, sehingga menjadi 5.49 yang pada tahun 2008 sebesar 5.08</span><span style="font-size:small;"><strong>.</strong></span><span style="font-size:small;"> Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga. </span><span style="font-size:small;"><strong>Semakin besar rasio ini maka meningkatnya pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank.</strong></span></span></span></span></p>
</li>
</ul>
<ol start="5">
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;">Liquidity</span></span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Indikator yang digunakan adalah <em>loan to deposit ratio (LDR) </em>dan <em>reserve requirement </em>atau giro wajib minimum (GWM). LDR diperoleh dengan membandingkan antara seluruh penempatan dan seluruh dana yang berhasil dihimpun ditambah dengan modal sendiri, sedangkan GWM merupakan perbandingan giro pada Bank Indonesia dengan seluruh dana yang berhasil dihimpun. </span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Rumus : LDR = Seluruh penempatan / (seluruh dana yang berhasil di himpun + modal sendiri)</span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"> <span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">GWM = Giro pada bank indonesia / seluruh dana yang berhasil di himpun</span></span></span></p>
</li>
</ol>
<ul>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">LDR</span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;">Di tahun 2008 (56,64) dan pada tahun 2009 (61.32). Rasio ini digunakan untuk menilai likuiditas suatu bank yang dengan cara membagi jumlah kredit yang diberikan oleh bank terhadap dana pihak ketiga. </span><span style="font-size:small;"><strong>Semakin tinggi rasio ini, semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin besar.</strong></span> </span></span></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">GWM </span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">GWM atau Giro Wajib Minimum milik bank harus tetap terjaga untuk menghindari terjadinya dampak buruk dari system perbankan dan perekonomian.</span></span></span></p>
</li>
</ul>
<p align="JUSTIFY">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=71&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2011/04/16/analisis-rasio-laporan-keuangan-bank-mandiri-periode-2008-2009-menurut-metode-camel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/04/1.jpg?w=276" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Latihan 3-8</title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2011/04/02/latihan-3-8/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2011/04/02/latihan-3-8/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 13:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Soal! mengacu pada laporan keuangan Campbell Soup di Campbell Soup Lampiran A. Diminta : Identifikasi penyebab kenaikan ekuitas pemegang saham sebesar $101.6 juta di tahun 11 Hitung rata-rata harga pembelian kembali saham biasa pada akhir tahun 11 Hitung nilai buku saham biasa pada akhir tahun 11 Bandingkan nilai buku per lembar saham dengan harga rata-rata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=66&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Soal!</p>
<p>mengacu pada laporan keuangan Campbell Soup di Campbell Soup Lampiran A.</p>
<p>Diminta :</p>
<ol>
<li>Identifikasi penyebab kenaikan ekuitas pemegang saham sebesar $101.6 juta di tahun 11</li>
<li>Hitung rata-rata harga pembelian kembali saham biasa pada akhir tahun 11</li>
<li>Hitung nilai buku saham biasa pada akhir tahun 11</li>
<li>Bandingkan nilai buku per lembar saham dengan harga rata-rata pembelian kembali saham selama tahun bersangkutan. mengapa kedua angka tersebut berbeda?</li>
</ol>
<p>Jawab!</p>
<ol>
<li>pada laporan keuangan Campbell Soup di tahun 11 terjadi kenaikan pada surplus modal, laba di tahan dan treasury stock, masing-masing sebesar 73.3%, 15.7% dan 152.2%, maka dari itu ekuitas pemegang saham ikut bertambah sebesat $101.6 juta.</li>
<li>(maaf pak no yang ini gak ngerti cara perhitungannya)</li>
<li>Nilai Buku Saham Biasa :
<ol> saham biasa                                               20.343.401</ol>
<ol> Laba di tahan                                        <span style="text-decoration:underline;">1.912.600.000</span></ol>
<ol> 1.932.943.401</ol>
<ol> Dividen per lembar                                 <span style="text-decoration:underline;">135.622.676</span></ol>
<ol> Nilai buku per saham                                         14.25</ol>
</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=66&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2011/04/02/latihan-3-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Laporan Keuangan Pertanyaan 2-9 dan 2-60</title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2011/03/19/analisis-laporan-keuangan-pertanyaan-2-9-dan-2-60/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2011/03/19/analisis-laporan-keuangan-pertanyaan-2-9-dan-2-60/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 03:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Soal 2-9! Jelaskan sumber informasi alternatif di luar laporan keuangan wajib yang tersedia bagi investor dan kreditor! &#160; Soal 2-60! Apakah kondisi yang memungkinkan resiko audit yang lebih tinggi? Jelaskan! &#160; Jawab! 2-9 Sumber informasi alternatif bagi investor dan kreditor : perbandingan laporan untuk perusahaan antara tahun berturut-turut perbandingan laporan perusahaan dengan orang-orang dari suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=63&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Soal 2-9!</p>
<p>Jelaskan sumber informasi alternatif di luar laporan keuangan wajib yang tersedia bagi investor dan kreditor!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Soal 2-60!</p>
<p>Apakah kondisi yang memungkinkan resiko audit yang lebih tinggi? Jelaskan!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jawab!</p>
<p>2-9 Sumber informasi alternatif bagi investor dan kreditor :</p>
<ol>
<li>perbandingan laporan untuk perusahaan antara tahun berturut-turut</li>
<li>perbandingan laporan perusahaan dengan orang-orang dari suatu pesaing tertentu</li>
<li>perbandingan dari suatu perusahaan terhadap standar industri</li>
<li>perbandingan dengan target, seperti anggaran perusahaan</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>2-60 kondisi yang memungkinkan resiko audit lebih tinggi yaitu <em><strong>resiko inheren</strong></em>, karena bagian audit telah salah saji material tanpa mempertimbangkan pengendalian internal karena kesalahan atau penipuan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=63&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2011/03/19/analisis-laporan-keuangan-pertanyaan-2-9-dan-2-60/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soal 2-12 Hubungan Antara Laba, Arus Kas, dan Harga Saham</title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2011/03/06/soal-2-12-hubungan-antara-laba-arus-kas-dan-harga-saham/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2011/03/06/soal-2-12-hubungan-antara-laba-arus-kas-dan-harga-saham/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 06:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Informasi berikut ini merupakan cuplikan dari laporan tahunan  Lands End (dalam jutaan, kecuali data per saham) Thn 9 Thn 8 Thn 7 Thn 6 Thn 5 Thn 4 Laba Bersih 31.20 64.20 51.00 30.60 36.10 43.70 Arus kas dari (digunakan) akribitas operasi) 74.30 (26.90) 121.80 41.40 34.50 22.40 Arus kas bersih 0.03 (86.50) 75.70 11.80 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=53&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Informasi berikut ini merupakan cuplikan dari laporan tahunan  Lands End (dalam jutaan, kecuali data per saham)</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="439">
<tbody>
<tr>
<td width="181" valign="bottom"></td>
<td width="44" valign="bottom">Thn   9</td>
<td width="46" valign="bottom">Thn   8</td>
<td width="44" valign="bottom">Thn   7</td>
<td width="47" valign="bottom">Thn   6</td>
<td width="46" valign="bottom">Thn   5</td>
<td width="32" valign="bottom">Thn   4</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="bottom">Laba   Bersih</td>
<td width="44" valign="bottom">31.20</td>
<td width="46" valign="bottom">64.20</td>
<td width="44" valign="bottom">51.00</td>
<td width="47" valign="bottom">30.60</td>
<td width="46" valign="bottom">36.10</td>
<td width="32" valign="bottom">43.70</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="bottom">Arus   kas dari (digunakan) akribitas operasi)</td>
<td width="44" valign="bottom">74.30</td>
<td width="46" valign="bottom">(26.90)</td>
<td width="44" valign="bottom">121.80</td>
<td width="47" valign="bottom">41.40</td>
<td width="46" valign="bottom">34.50</td>
<td width="32" valign="bottom">22.40</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="bottom">Arus   kas bersih</td>
<td width="44" valign="bottom">0.03</td>
<td width="46" valign="bottom">(86.50)</td>
<td width="44" valign="bottom">75.70</td>
<td width="47" valign="bottom">11.80</td>
<td width="46" valign="bottom">(16.10)</td>
<td width="32" valign="bottom">(1.20)</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="bottom">Arus   kas bebas</td>
<td width="44" valign="bottom">27.50</td>
<td width="46" valign="bottom">(74.60)</td>
<td width="44" valign="bottom">103.30</td>
<td width="47" valign="bottom">27.50</td>
<td width="46" valign="bottom">2.40</td>
<td width="32" valign="bottom">5.10</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="bottom">Harga   pasar per saham (akhir tahun fiskal)</td>
<td width="44" valign="bottom">32.375</td>
<td width="46" valign="bottom">39.312</td>
<td width="44" valign="bottom">28.375</td>
<td width="47" valign="bottom">14.625</td>
<td width="46" valign="bottom">16.125</td>
<td width="32" valign="bottom">24.375</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="bottom">Saham   biasa beredar</td>
<td width="44" valign="bottom">30.10</td>
<td width="46" valign="bottom">31.00</td>
<td width="44" valign="bottom">32.40</td>
<td width="47" valign="bottom">33.70</td>
<td width="46" valign="bottom">34.80</td>
<td width="32" valign="bottom">35.90</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="bottom"></td>
<td width="44" valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>*dihitung dari: arus kas dari aktivitas operasi pengeluaran modal</p>
<p>Diminta:</p>
<p>a. Hitung dan gambarkan hubungan berikut</p>
<p>1. Laba per saham (EPS) dan harga pasar per saham</p>
<p>2. Arus kas dari aktivitas operasi per saham dan harga pasar per saham</p>
<p>3. Arus kas bersih per saham dan harga pasar per saham</p>
<p>4. Arus kas bebas per saham dan harga pasar per saham</p>
<p>b. Pengukuran mana dari laporan tahunan ini yang paling baik untuk dapat menjelaskan perubahan harga saham?</p>
<p>diskusikan implikasi hal tersebut terhadap penilaian saham</p>
<p>c. Pilih perusahaan lain dan  buatlah grafik yang sama, apakah observasi atas Lands End berlaku umum?</p>
<p>Jawab:</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="632">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="243" valign="bottom">Perhitungan untuk data persaham</td>
<td colspan="3" width="66" valign="bottom"></td>
<td colspan="3" width="72" valign="bottom"></td>
<td colspan="2" width="69" valign="bottom"></td>
<td colspan="5" width="55" valign="bottom"></td>
<td colspan="3" width="63" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="243" valign="bottom"></td>
<td colspan="3" width="66" valign="bottom"></td>
<td colspan="3" width="72" valign="bottom"></td>
<td colspan="2" width="69" valign="bottom"></td>
<td colspan="5" width="55" valign="bottom"></td>
<td colspan="3" width="63" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="206" valign="bottom"></td>
<td colspan="2" width="53" valign="bottom">Thn 9</td>
<td width="46" valign="bottom">Thn 8</td>
<td colspan="2" width="45" valign="bottom">Thn 7</td>
<td colspan="3" width="54" valign="bottom">Thn 6</td>
<td colspan="2" width="50" valign="bottom">Thn 5</td>
<td colspan="3" width="49" valign="bottom">Thn 4</td>
<td colspan="5" width="130"></td>
</tr>
<tr>
<td width="206" valign="bottom">Laba Bersih per saham</td>
<td colspan="2" width="53" valign="bottom">1.037</td>
<td width="46" valign="bottom">2.071</td>
<td colspan="2" width="45" valign="bottom">1.574</td>
<td colspan="3" width="54" valign="bottom">0.908</td>
<td colspan="2" width="50" valign="bottom">1.037</td>
<td colspan="3" width="49" valign="bottom">1.217</td>
<td colspan="5" width="130"></td>
</tr>
<tr>
<td width="206" valign="bottom">Arus kas dari (digunakan) akribitas operasi   per saham</td>
<td colspan="2" width="53" valign="bottom">2.468</td>
<td width="46" valign="bottom">(0.868)</td>
<td colspan="2" width="45" valign="bottom">3.759</td>
<td colspan="3" width="54" valign="bottom">1.228</td>
<td colspan="2" width="50" valign="bottom">0.991</td>
<td colspan="3" width="49" valign="bottom">0.624</td>
<td colspan="5" width="130"></td>
</tr>
<tr>
<td width="206" valign="bottom">Arus kas bersih per saham</td>
<td colspan="2" width="53" valign="bottom">0.001</td>
<td width="46" valign="bottom">(2.790)</td>
<td colspan="2" width="45" valign="bottom">2.336</td>
<td colspan="3" width="54" valign="bottom">0.350</td>
<td colspan="2" width="50" valign="bottom">(0.463)</td>
<td colspan="3" width="49" valign="bottom">(0.033)</td>
<td colspan="5" width="130"></td>
</tr>
<tr>
<td width="206" valign="bottom">Arus kas bebas per saham</td>
<td colspan="2" width="53" valign="bottom">0.914</td>
<td width="46" valign="bottom">(2.406)</td>
<td colspan="2" width="45" valign="bottom">3.188</td>
<td colspan="3" width="54" valign="bottom">0.816</td>
<td colspan="2" width="50" valign="bottom">0.069</td>
<td colspan="3" width="49" valign="bottom">0.142</td>
<td colspan="5" width="130"></td>
</tr>
<tr>
<td width="206" valign="bottom"></td>
<td colspan="2" width="53" valign="bottom">4.420</td>
<td width="46" valign="bottom">(3.994)</td>
<td colspan="2" width="45" valign="bottom">10.858</td>
<td colspan="3" width="54" valign="bottom">3.303</td>
<td colspan="2" width="50" valign="bottom">1.635</td>
<td colspan="3" width="49" valign="bottom">1.950</td>
<td colspan="5" width="130"></td>
</tr>
<tr>
<td width="206" valign="bottom"></td>
<td colspan="2" width="53" valign="bottom"></td>
<td width="46" valign="bottom"></td>
<td colspan="2" width="45" valign="bottom"></td>
<td colspan="3" width="54" valign="bottom"></td>
<td colspan="2" width="50" valign="bottom"></td>
<td colspan="3" width="49" valign="bottom"></td>
<td colspan="5" width="130"></td>
</tr>
<tr>
<td width="206" valign="bottom">Harga pasar per saham (akhir tahun fiskal)</td>
<td colspan="2" width="53" valign="bottom">32.375</td>
<td width="46" valign="bottom">39.312</td>
<td colspan="2" width="45" valign="bottom">28.375</td>
<td colspan="3" width="54" valign="bottom">14.625</td>
<td colspan="2" width="50" valign="bottom">16.125</td>
<td colspan="3" width="49" valign="bottom">24.375</td>
<td colspan="5" width="130"></td>
</tr>
<tr>
<td width="206" valign="bottom"></td>
<td colspan="2" width="53" valign="bottom"></td>
<td width="46" valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>a.1 Laba persaham  (EPS) dan harga pasar per saham</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="480">
<tbody>
<tr>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom">Thn 9</td>
<td width="51" valign="bottom">Thn 8</td>
<td width="45" valign="bottom">Thn 7</td>
<td width="42" valign="bottom">Thn 6</td>
<td width="48" valign="bottom">Thn 5</td>
<td width="44" valign="bottom">Thn 4</td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="41" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="bottom">Laba per saham pada harga pasar</td>
<td width="42" valign="bottom">7.593</td>
<td width="51" valign="bottom">(20.386)</td>
<td width="45" valign="bottom">4.113</td>
<td width="42" valign="bottom">4.021</td>
<td width="48" valign="bottom">10.230</td>
<td width="44" valign="bottom">15.217</td>
<td width="23" valign="bottom">=</td>
<td width="41" valign="bottom">20.788</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom"></td>
<td width="51" valign="bottom"></td>
<td width="45" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom"></td>
<td width="48" valign="bottom"></td>
<td width="44" valign="bottom"></td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="41" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="bottom">%</td>
<td width="42" valign="bottom">36.5%</td>
<td width="51" valign="bottom">-98.1%</td>
<td width="45" valign="bottom">19.8%</td>
<td width="42" valign="bottom">19.3%</td>
<td width="48" valign="bottom">49.2%</td>
<td width="44" valign="bottom">73.2%</td>
<td width="23" valign="bottom">=</td>
<td width="41" valign="bottom">100%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-54" title="1" src="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/1.jpg?w=300&#038;h=183" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>a.2 Arus kas dari aktivitas operasi persaham dan harga pasar per saham</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="546">
<tbody>
<tr>
<td width="216" valign="bottom"></td>
<td width="48" valign="bottom">Thn 9</td>
<td width="42" valign="bottom">Thn 8</td>
<td width="42" valign="bottom">Thn 7</td>
<td width="48" valign="bottom">Thn 6</td>
<td width="48" valign="bottom">Thn 5</td>
<td width="42" valign="bottom">Thn 4</td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="37" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="216" valign="bottom">Arus kas dari aktivitas operasi persaham dan   harga pasar per saham</td>
<td width="48" valign="bottom">18.082</td>
<td width="42" valign="bottom">8.542</td>
<td width="42" valign="bottom">9.824</td>
<td width="48" valign="bottom">5.440</td>
<td width="48" valign="bottom">9.777</td>
<td width="42" valign="bottom">7.800 =  59.465</td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="37" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="216" valign="bottom"></td>
<td width="48" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom"></td>
<td width="48" valign="bottom"></td>
<td width="48" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom"></td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="37" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="216" valign="bottom">%</td>
<td width="48" valign="bottom">30.4%</td>
<td width="42" valign="bottom">14.4%</td>
<td width="42" valign="bottom">16.5%</td>
<td width="48" valign="bottom">9.1%</td>
<td width="48" valign="bottom">16.4%</td>
<td width="42" valign="bottom">13.1% = 100%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-55" title="2" src="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/2.jpg?w=300&#038;h=192" alt="" width="300" height="192" /></a></p>
<p>a.3 Arus kas bersih persaham dan harga pasar per saham</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="498">
<tbody>
<tr>
<td width="168" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom">Thn 9</td>
<td width="48" valign="bottom">Thn 8</td>
<td width="48" valign="bottom">Thn 7</td>
<td width="42" valign="bottom">Thn 6</td>
<td width="46" valign="bottom">Thn 5</td>
<td width="46" valign="bottom">Thn 4</td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="36" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="168" valign="bottom">Arus kas bersih persaham dan harga pasar per   saham</td>
<td width="42" valign="bottom">0.007</td>
<td width="48" valign="bottom">27.468</td>
<td width="48" valign="bottom">6.106</td>
<td width="42" valign="bottom">1.551</td>
<td width="46" valign="bottom">(4.563)</td>
<td width="46" valign="bottom">(0.418) =  30.151</td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="36" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="168" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom"></td>
<td width="48" valign="bottom"></td>
<td width="48" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom"></td>
<td width="46" valign="bottom"></td>
<td width="46" valign="bottom"></td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="36" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="168" valign="bottom">%</td>
<td width="42" valign="bottom">0.02%</td>
<td width="48" valign="bottom">91.1%</td>
<td width="48" valign="bottom">20.3%</td>
<td width="42" valign="bottom">5.1%</td>
<td width="46" valign="bottom">-15.1%</td>
<td width="46" valign="bottom">-1.4% = 100%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-56" title="3" src="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/3.jpg?w=300&#038;h=166" alt="" width="300" height="166" /></a></p>
<p>a.4 Arus kas bebas persaham dan harga pasar per saham</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="510">
<tbody>
<tr>
<td width="180" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom">Thn 9</td>
<td width="44" valign="bottom">Thn 8</td>
<td width="42" valign="bottom">Thn 7</td>
<td width="47" valign="bottom">Thn 6</td>
<td width="48" valign="bottom">Thn 5</td>
<td width="42" valign="bottom">Thn 4</td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="37" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="bottom">Arus kas bebas persaham dan harga pasar per   saham</td>
<td width="47" valign="bottom">6.693</td>
<td width="44" valign="bottom">23.689</td>
<td width="42" valign="bottom">8.332</td>
<td width="47" valign="bottom">3.614</td>
<td width="48" valign="bottom">0.680</td>
<td width="42" valign="bottom">1.776 = 44.783</td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="37" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
<td width="44" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom"></td>
<td width="47" valign="bottom"></td>
<td width="48" valign="bottom"></td>
<td width="42" valign="bottom"></td>
<td width="23" valign="bottom"></td>
<td width="37" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="bottom">%</td>
<td width="47" valign="bottom">14.94%</td>
<td width="44" valign="bottom">52.9%</td>
<td width="42" valign="bottom">18.6%</td>
<td width="47" valign="bottom">8.1%</td>
<td width="48" valign="bottom">1.5%</td>
<td width="42" valign="bottom">4.0% = 100%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-57" title="4" src="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/4.jpg?w=300&#038;h=180" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p>b.  Pengukuran yang paling baik untuk dapat menjelaskan perubahan harga  saham adalah Arus kas dari aktivitas operasi persaham dan harga pasar  per saham</p>
<p>c. menurut saya untuk setap perusahaan terdapat analisis berbeda, jadi tergantung pada kebijakan perusahaan masing-masing.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=53&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2011/03/06/soal-2-12-hubungan-antara-laba-arus-kas-dan-harga-saham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dewipratami.files.wordpress.com/2011/03/4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Neraca</title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2011/02/20/analisis-neraca/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2011/02/20/analisis-neraca/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 12:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[NERACA Foxx Company Per 31 Desember 200x AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp25,000 Piutang Usaha Rp125,000 Persediaan Rp50,000 Jumlah Rp200,000 Aktiva Tetap Rp300,000 Total Aktiva Rp500,000 PASIVA Kewajiban Lancar Rp100,000 Kewajiban Tak Lancar Rp150,000 Jumlah Rp250,000 Ekuitas Rp250,000 Total Pasiva Rp500,000 Perhitungan : Perputaran piutang usaha = Penjualan : Rata-rata piutang usaha = 16 = 1.000.000 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=50&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NERACA<br />
Foxx Company<br />
Per 31 Desember 200x</p>
<p>AKTIVA<br />
Aktiva Lancar<br />
Kas	                         Rp25,000<br />
Piutang Usaha	         Rp125,000<br />
Persediaan	                 Rp50,000<br />
Jumlah	                 Rp200,000 </p>
<p>Aktiva Tetap	         Rp300,000<br />
Total Aktiva	         Rp500,000 </p>
<p>PASIVA<br />
Kewajiban Lancar	         Rp100,000 </p>
<p>Kewajiban Tak Lancar	 Rp150,000<br />
Jumlah	                 Rp250,000 </p>
<p>Ekuitas	                 Rp250,000<br />
Total Pasiva	         Rp500,000 </p>
<p>Perhitungan :</p>
<p>Perputaran piutang usaha	 = Penjualan : Rata-rata piutang usaha = 16<br />
				         = 1.000.000 :  Rata-rata piutang usaha = 16<br />
Rata-rata piutang usaha	= 1.000.000 : 16 = 62.500</p>
<p>Piutang usaha		= (62.500 x 2) + 50.000<br />
				= 175.000</p>
<p>Margin Laba Kotor 	= Penjualan – Harga Pokok Penjualan :    Penjualan = 50%<br />
				= 1.000.000 – HPP : 1.000.000<br />
Harga Pokok Penjualan 	= 500.000</p>
<p>Jumlah hari penjualan dalam persediaan 	= Persediaan rata rata : HPP = 36 hari<br />
						        = Persediaan rata-rata : 500.000 = 36 hari<br />
Persediaan rata-rata				= 50.000</p>
<p>Rasio lancer		        =  	Aktiva Lancar :   Kewajiban Lancar = 2<br />
			        = 	200.000 :  Kewajiban Lancar = 2<br />
Kewajiban Lancar 	=      200.000 : 2 = 100.000</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=50&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2011/02/20/analisis-neraca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Masalah</title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2010/12/29/menyikapi-masalah/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2010/12/29/menyikapi-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 03:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat Resensi.net, dalam mengarungi kehidupan ini, adakalanya kita dihadapkan pada badai kehidupan. Ada hal yang dapat kita ambil pelajaran dari seekor elang. Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai menerpanya. Apakah sahabat tau apa yang dilakukan elang saat badai menghampirinya? Ada hal yang menarik disini yang dapat kita pelajari. Elang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=44&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabat Resensi.net, dalam mengarungi kehidupan ini, adakalanya kita dihadapkan pada badai kehidupan. Ada hal yang dapat kita ambil pelajaran dari seekor elang.</p>
<p>Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai menerpanya.  Apakah sahabat tau apa yang dilakukan elang saat badai menghampirinya? Ada hal yang menarik disini yang dapat kita pelajari.</p>
<p>Elang akan terbang ke tempat yang tinggi dan menunggu angin dan badai sambil membuka lebar-lebar sayapnya. Ketika badai datang, maka angin akan mengambil dan mengangkat tubuh elang ke atas badai. Sementara badai mengamuk di bawah, elang ini melonjak di atasnya.</p>
<p>Elang tidak luput badai. Ini adalah cara sederhana untuk memanfaatkan badai untuk mengangkat tubuhnya lebih tinggi. Elang terbang tinggi bersama angin yang membawa badai.</p>
<p>Ketika badai kehidupan datang kepada kita – dan kita semua akan mengalami<br />
seperti yang elang alami – kita dapat naik di masalah dengan menetapkan pikiran kita dan keyakinan kita bahwa kita akan melewati masalah itu. Badai tidak harus kita atasi. Tapi kita punya pilihan untuk memanfaatkan  masalah untuk meningkatkan kualitas kita.</p>
<p>Masalah bukanlah beban yang memberatkan kehidupan kita, namun ini adalah pelajaran dan pendidikan dari Allah, ini adalah cara untuk menaikkan kualitas kita. dan pelajaran  bagaimana menangani masalah dengan berbekal keyakinan dan kemantapan hati. Bukan dengan keputusasaan dan ketakutan.  Tidaklah masalah  menimpa suatu kaum, melebihi kemampuan kaum itu.</p>
<p>Saat masalah itu datang, lebarkan hati dan katakan, selamat datang masalah.</p>
<p>Read more: http://www.resensi.net/menyikapi-masalah/2010/12/#ixzz19T3UwSED</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=44&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2010/12/29/menyikapi-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2010/12/28/45/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2010/12/28/45/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 13:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[MODEL Model adalah penyederhanaan (abstraksi) dari sesuatu yang mewakili sejumlah objek atau aktivitas, yang disebut entitas (entity). Jenis- jenis model 1. Model Fisik Model ini adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi atau bentuk nyata Model ini biasanya berupa maket atau prototipe produk yang menggambarkan bagaimana hasil akhir produk tersebut. Model ini memiliki skala nilai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=45&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MODEL<br />
Model adalah penyederhanaan (abstraksi) dari sesuatu yang mewakili sejumlah objek atau<br />
aktivitas, yang disebut entitas (entity).<br />
Jenis- jenis model<br />
1. Model Fisik<br />
Model ini adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi atau bentuk nyata<br />
Model ini biasanya berupa maket atau prototipe produk yang menggambarkan bagaimana hasil<br />
akhir produk tersebut.<br />
Model ini memiliki skala nilai paling kecil bagi para manajer dalam pemecahan masalah<br />
manajemen.<br />
2. Model Naratif<br />
Model yang penggambaran entitasnya secara lisan atau tulisan deskriptif.<br />
Model yang digunakan oleh manajer setiap hari. Salah satu bentuk model naratif yang populer<br />
adalah komunikasi bisnis.<br />
3. Model Grafik<br />
Model yang penggambarannya entitasnya menggunakan sejumlah garis, simbol, atau bentuk<br />
disebut model grafik.<br />
Kebanyakan digunakan di dunia bisnis untuk mengkomunikasikan informasi, seperti grafik<br />
keuangan perusahaan, kondisi pasar dan sebagainya.<br />
Model grafik juga digunakan dalam rancangan sistem informasi. Banyak peralatan yg digunakan<br />
oleh sistem analis dan programmer yang bersifat grafik, seperti bagan arus (flowchart ) dan<br />
diagram arus data (data flow diagram).<br />
4. Model Matematika<br />
Keunggulan dari model ini adalah ketelititannya dalam menjelaskan hubungan antara berbagai<br />
bagian dari suatu objek dengan persamaan matematika.<br />
Model matematika dapat menangani hubungan-hubungan yang berdimensi lebih banyak daripada<br />
model grafik yang dua dimensi ataupun model fisik yang tiga dimensi, hal ini disebabkan oleh sifat<br />
model matematika yang multidimensional<br />
Model inipun mempunyai kemampuan prediksi<br />
Kelebihan :<br />
Model ini tidak mengenal geografis (siapa saja yang mengerti simbol matematis tentu<br />
dapat mengerti model tsb)<br />
Ketepatan hubungan diantara bagian dari suatu obyek dapat dideskripsikan<br />
Contoh : BEP = TFC / P &#8211; C<br />
KEGUNAAN MODEL<br />
1. Mempermudah Pengertian<br />
Suatu model pastilah lebih sederhana dari entitas yang diwakilinya dan entitas akan lebih mudah<br />
dimengerti jika elemen-elemen dan hubungannya disajikan dalam bentuk yang telah<br />
disederhanakan.<br />
2. Mempermudah Komunikasi<br />
Model dapat mengkomunikasikan informasi secara akurat kepada orang-orang yang telah<br />
mengertii makna dari berbagai bentuk, kata-kata, grafik, atau persamaan matematika entitas<br />
tersebut.<br />
3. Memperkirakan Masa Depan<br />
Prediksi hanya bisa didapat dari model matematika yang ketelitiannya dalam menggambarkan<br />
entitas membuatnya dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan oleh modelmodel<br />
yang lain.<br />
MODEL SISTEM UMUM<br />
Merupakan suatu diagram grafik beserta narasi yang menggambarkan semua organisasi secara<br />
umum,dengan menggunakan kerangka kerja sistem.<br />
SISTEM FISIK<br />
Merupakan sistem terbuka yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik,<br />
dimana input datang dari lingkungan perusahaan , terjadi suatu transformasi dan akhirnya output<br />
dikembalikan ke lingkungan yang sama.<br />
1. Arus Material<br />
Material input diterima dari pemasok bahan mentah dan komponen rakitan. Material ini lalu disimpan<br />
sampai dibutuhkan dalam proses transformasi.<br />
Material kemudian masuk dalam kegiatan manufaktur, setelah melalui proses transformasi material<br />
yang sudah berubah menjadi barang jadi disimpan untuk kemudian menjadi output yang<br />
disitribusikan ke pasar.<br />
2. Arus Personil<br />
Input personil berasal dari lingkungan, yang biasanya diproses oleh fungsi sumber daya manusia<br />
kemudian ditugaskan ke berbagai area fungsional dimana mereka terlibat dalam proses<br />
transformasi baik langsung maupun tak langsung.<br />
3. Arus Mesin<br />
Mesin-mesin diperoleh dari pemasok dan biasanya berada untuk jangka waktu lama. Mesin adalah<br />
sumber daya yang terlibat secara langsung dalam berbagai bentuk, input, pemrosesan, dan output.<br />
4. Arus Uang<br />
Uang terutama diperoleh dari pemilik sebagai modal dan dari pembeli yang memberikan pendapatan<br />
penjualan ataupun dari berbagai lembaga yang memberikan pinjaman dan juga pemerintah.<br />
SISTEM KONSEPTUAL<br />
Sebagian Sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian tidak. Pengendalian dicapai<br />
dengan menggunakan lingkaran umpan balik (feedback), yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal<br />
dari sistem ke mekanisme-mekanisme pengendalian dan dari mekanisme pengendalian kembali ke sistem.<br />
Mekanisme pengendalian adalah sejenis alat yang menggunakan sinyal-sinyal umpan balik untuk<br />
mengevaluasi kinerja sistem dan menentukan apakah tindakan perbaikan perlu dilakukan.<br />
Sistem Lingkaran Terbuka<br />
Suatu sistem tanpa umpan balik ataupun mekanisme pengendalian. Tidak terdapat umpan balik dari sistem<br />
untuk mempengaruhi perubahan-perubahan dalam sistem.<br />
Sistem Lingkaran Tertutup<br />
Suatu sistem yang memiliki umpan balik dan mekanisme pengendalian. Sistem ini dapat mengendalikan<br />
output dengan membuat penyesuain pada input-nya.<br />
Contoh dari mekanisme pengendalian adalah manajemen perusahaan.<br />
Dimensi Informasi<br />
• Relevansi ,informasi memiliki relevansi jika berkaitanlangsung dengan masalah yang dihadapi<br />
• Akurasi, semakin tinggi persentasi ketelitian semakin baik.<br />
• Ketepatan Waktu, informasi harus tersedia saat dibutuhkan agar situasitetap terkendali atau<br />
hilangnya kesempatan.<br />
• Kelengkapan, Infrmasi yang menyajikan gambaran secara lengkap dari suatu masalah sangat<br />
dibutuhkan.<br />
CONTOH PENGGUNAAN MODEL SISTEM UMUM<br />
Pasar Swalayan<br />
Arus Material : barang – barang yang dijual.<br />
Arus personil : manajer toko, pegawai gudang, kasir.<br />
Sumber daya mesin : lemari pendingin, kotak peraga, rak-rak, dan komputer.<br />
Arus uang : pemasukan terutama disediakan oleh pembeli dan pengeluaran kepada<br />
pemasok , pegawai dan pemilik.<br />
Proses transformasi : pembungkusan barang, mengatur barang di rak.<br />
Elemen manajemen sistem konseptual : manajer toko dan asisten.<br />
Pengolah informasi : komputer dan pembaca barcode serta kasir.</p>
<p>Pendekatan Sistem<br />
Manajer terlibat dalam pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan yang efektif dan efisien.</p>
<p>Sistem Konseptual adalah suatu sistem pemecahan masalah yang terdiri dari manajer, informasi dan standar. 2 elemen lain masuk dalam proses perubahan masalah menjadi solusi (solusi alternatif dan kendala).</p>
<p>TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM</p>
<p>1. Usaha Persiapan</p>
<p>o Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.</p>
<p>o Mengenal sistem lingkungan.</p>
<p>o Mengidentifikasi subsistem perusahaan.</p>
<p>2. Usaha Definisi</p>
<p>o Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.</p>
<p>Tujuannya : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.</p>
<p>o Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :</p>
<p>1. Mengevaluasi standar.</p>
<p>2. Membandingkan output dengan standar.</p>
<p>3. Mengevaluasi manajemen.</p>
<p>4. Mengevaluasi pemroses informasi.</p>
<p>5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.</p>
<p>6. Mengevaluasi proses.</p>
<p>7.Mengevaluasi sumber daya output.</p>
<p>3. Usaha Persiapan</p>
<p>o Pertimbangan alternatif yang layak.</p>
<p>o Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.</p>
<p>o Memilih solusi terbaik.</p>
<p>o Menerapkan solusi.</p>
<p>o Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.</p>
<p>FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH</p>
<p>3 Kategori manajer dalam merasakan masalah :</p>
<p>1. Penghindar masalah (Problem Avoider), manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja.ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.</p>
<p>2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker)) :</p>
<p>a. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.</p>
<p>b. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.</p>
<p>3.Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah/Pemecah masalah</p>
<p>( Problem solver) :</p>
<p>a. Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.</p>
<p>b. Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.</p>
<p>Sumber : http://dna2db19.blogspot.com/2010/01/model-sistem-umum-perusahaan.html</p>
<p>http://libros-en-pdf.com/descargar/model-sistem-umum-perusahaan-5.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=45&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2010/12/28/45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siklus Hidup Sistem</title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2010/12/25/siklus-hidup-sistem/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2010/12/25/siklus-hidup-sistem/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 02:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kali ini saya akan membahas tentang siklus hidup sistem, dimana didalamnya menjelaskan tentang pengertian siklus hidup sistem, tahap-tahap siklus hidup dsb. untuk lebih jelasnya akan saya terangkan dibawah. &#160; DEFINISI SIKLUS HIDUP SISTEM (SLC) Siklus Hidup Sistem (system life cycle) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan system atau subsistem informasi berbasis computer. SLC [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=41&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Kali ini saya akan membahas tentang siklus hidup sistem, dimana didalamnya menjelaskan tentang pengertian siklus hidup sistem, tahap-tahap siklus hidup dsb. untuk lebih jelasnya akan saya terangkan dibawah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>DEFINISI SIKLUS HIDUP SISTEM (SLC)<br />
Siklus Hidup Sistem (system life cycle) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan system atau subsistem informasi berbasis computer. SLC sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan system.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>TAHAP – TAHAP SIKLUS HIDUP<br />
Tahap siklus hidup sistem (system development life cycle) &#8211; SDLC, terdiri dari 5 yaitu :<br />
1. Tahap Perencanaan (Planning)</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Langkah-langkahnya</span></strong><strong> </strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Menyadari masalah</strong></p>
<p><strong>2.Mendefinisikan masalah</strong></p>
<p><strong> </strong><strong> </strong><strong>3.Menentukan tujuan sistem</strong></p>
<p><strong>4.Mengidentifikasi kendala sistem</strong></p>
<p><strong></strong><strong></strong><strong>5.Membuat studi kelayakan</strong></p>
<p><strong>6. Menyiapkan usulan penelitian sistem</strong></p>
<p><strong>7.Menyetujui atau menolak proyek penelitian</strong><strong></strong></p>
<p><strong>8.</strong><strong>Menetapkan mekanisme pengendalian</strong><br />
2. Tahap analisis (Analysis)</p>
<p>Ketika perencanaan selesai dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim proyek beralih pada analisis sistem yang telah ada. <strong>Analisis sistem</strong> adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbarui.</p>
<p>Adapun tahapannya yaitu :<strong></strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Mengumumkan Penelitian Sistem</strong></p>
<p><strong>2.Mengorganisasikan Tim Proyek</strong></p>
<p><strong></strong><strong>3. </strong><strong>Mendefinisikan Kebutuhan Informasi</strong><strong></strong></p>
<p><strong>4.</strong><strong>Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem</strong><strong></strong></p>
<p><strong>5.</strong><strong>Menyiapkan Usulan Rancangan</strong><strong></strong></p>
<p><strong>6.</strong><strong>Menerima atau Menolak Proyek Rancangan</strong><br />
3. Tahap Rancangan (Design)</p>
<p>Rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Jika sistem itu berbasis komputer, rancangan dapat menyertakan spesifikasi jenis peralatann yang akan digunakan. Langkah-langkah tahapan rancangan yaitu :<strong></strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Menyiapkan rancangan sistem yang terinci</strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Mengidentifikasi berbagai alternatif konfigurasi sistem</strong><strong> </strong><strong>Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem</strong></li>
</ol>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong>Mimilih konfigurasi terbaik</strong></li>
<li><strong>4. </strong><strong>Menyiapkan usulan penerapan</strong></li>
<li><strong>5. </strong><strong>Menyetujui atau menolak penerapan sistem</strong></li>
</ol>
<p>4. Tahap Penerapan (Implementation)<br />
5. Tahap Penggunaan (Use)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=41&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2010/12/25/siklus-hidup-sistem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2010/11/25/34/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2010/11/25/34/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 14:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Pada materi kali ini, saya akan membahas tentang dasar-dasar pemrosesan komputer, didamana didalamnya terdapat pengertian dari arsitektur komputer, pengertian software dan juga peranan input, output dan software dalam pemecahan masalah. Berikut ini adalah penjelasannya. DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER 1. Arsitektur Komputer Adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Elemen dari arsitektur komputer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=34&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada materi kali ini, saya akan membahas tentang dasar-dasar pemrosesan komputer, didamana didalamnya terdapat pengertian dari arsitektur komputer, pengertian software dan juga peranan input, output dan software dalam pemecahan masalah. Berikut ini adalah penjelasannya.</p>
<p>DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER</p>
<p>1. Arsitektur Komputer<br />
    Adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Elemen dari arsitektur komputer adalah :<br />
•	Central Processing Unit (CPU) mengendalikan semua unit sistem komputer dan mengubah input menjadi output.<br />
•	Unit pengendalian (control unit) membuat semua unit bekerja sama sebagai suatu sistem.<br />
•	Misalnya prosesor dan arithmetic and logic unit (ALU) merupakan tempat berlangsungnya operasi perhitungan logika serta mengolah isi penyimpanan primer.<br />
•	Penyimpanan sekunder menyediakan tempat untuk menyimpan program dan data saat tidak digunakan.</p>
<p>2. Unit Input<br />
1.KEYBOARD<br />
Memasukkan data dengan cara menekan tombol- tombol yang tepat, mirip mesin ketik yang sebagian besar dilengkapi dengan tombol tambahan.<br />
2. ALAT PENUNJUK<br />
• Mouse, suatu alat kecil &amp; ringan yg memiliki suatu bola kecil dibawahnya &amp; memiliki 1, 2 atau tombol di atasnya dihubungkan ke komputer dengan suatu kabel halus.<br />
• Trackball, suatu alat penunjuk dimana menggerakkan kursor dgn cara memutar bola tanpa memindahkan seluruh alat tsb.<br />
• Touch screen, memasukkan data, instruksi hanya dengan menyentuh satu lokasi dilayar dengan menggunakan jari atau objek tidak transparan lain.<br />
• Light pen, untuk menunjuk pada layar.<br />
• Unit remote control.<br />
3. ALAT PEMBACA OPTIS<br />
Membaca data dengan menyinari suatu sinar terang diatas data photoelectric disebelah unit pembaca optis (scanner).<br />
4. ALAT PEMBACA MAGNETIK<br />
5. BERBICARA PADA KOMPUTER<br />
•	Pengenal suara jenis speaker independent system dimana proses pengenalannya didasarkan pada bagaimana kita berbicara dari pada apa yang dikatakan.<br />
•	Teknik inipun mampu mengenal pemakai yang berbicara dalam bahasa apapun.</p>
<p>3. Pemrosesan Pusat dan Penyimpanan Primer<br />
•	Penyimpanan komputer (computer storage) ada dua bentuk dasar yaitu primer dan sekunder.<br />
•	Penyimpanan primer biasanya disebut main memori.<br />
•	Tehnologi IC utk menyediakan random access memori (RAM) yg digunakan utk menyimpan perangkat lunak dan data<br />
•	Read Only Memori (ROM) untuk menyimpan material seperti intruksi pada saat komputer dinyalakan dan cache memori.</p>
<p>4. Unit Output<br />
Bentuk akhir dari pemrosesan komputer adalah beberapa bentuk output dan menampilkan pilihan, yaitu : yang dicetak, grafik, mikrofilm, kartu berlubang, dan yang diucapkan.<br />
♥ Output yang ditampilkan<br />
•	Peralatan output yg paling terkenal dgn pemakai akhir (end user) adalah Display Screen yg disebut CRT yg dikemas dgn keyboard.<br />
•	Kelemahan dari layar tampilan yaitu : ketidak mampuan untuk menghasilkan kopi pada kertas, yang disebut Hard copy.<br />
♥ Output yang Di Cetak<br />
•	Peralatan output yang disebut printer menghasilkan hard copy.<br />
♥ Output Grafik<br />
•	Beberapa pemakai komputer pertama, seperti insinyur dan arsitek perlu untuk menghasilkan output grafik.<br />
•	Peralatan khusus yg disebut plotter yg disambungkan dgn CPU ataupun beroperasi secara offine, dpt menghasilkan output grafik pd ukuran normal atau pd kertas yg besar.<br />
♥ Output Mikrofilm<br />
•	Komputer dapat menggunakan unit Computer Output Microfilm (COM) untuk menciptakan microfilm ataupun microfiche.<br />
•	Mikrofilm viewer offine khusus digunakan untuk menampilkan dokumen yang difilmkan tersebut.<br />
•	Microfilm printer dpt digunakan untuk menghasikan hard copy.<br />
♥ Output Kartu Berlubang<br />
•	Beberapa konfigurasi komputer yang lebih besar menerapkan card punch unit yang membuat kartu berlubang.<br />
♥ Output Audio<br />
•	Audio response unit dapat menentukan kata yang sebelumnya terekam untuk membentuk output komputer dapat didengar, sehingga bisa ditransmisikan ke seluruh saluran komunikasi.</p>
<p>5. PERANAN PERALATAN I/O DALAM PEMECAHAN MASALAH<br />
•	Peralatan input dan output penting bagi manager terutama dalam memberikan komunikasi antara manager dengan komputer.<br />
•	Peralatan input, seperti unit MICR dan OCR memberikan cara untuk memasukkan data kedalam database, baik ketika terjadi transaksi atau tak lama kemudian.<br />
•	Banyak unit output yang digunakan dalam pemecahan masalah secara tidak langsung.<br />
•	Manager akan meminta anggota staf untuk mengumpulkan informasi dari rekaman microfilm dan kemudian menampilkan ringkasannya dalam bentuk laporan tertulis.</p>
<p>SOFTWARE<br />
Adalah system yang menghubungkan suatu computer(Hardware) dengan User(pengguna) agar dapat tercipta seuatu system yang dapat di berfungsi sesuai kemauan User. Sistem OperasiSistem Operasi adalah Sistem dasar di mana Sofware –Sofware dapat beroperasi dalam sebuah computer atau elektronik lainya.</p>
<p>Sumber : http://nadiapritta.blogspot.com/2010/01/dasar-dasar-pemrosesan-komputer.html</p>
<p>http://muhamadhaydrus.wordpress.com/category/software/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=34&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2010/11/25/34/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lidah Bunglon Lebih Cepat daripada Pesawat Jet Tempur</title>
		<link>http://dewipratami.wordpress.com/2010/11/14/lidah-bunglon-lebih-cepat-daripada-pesawat-jet-tempur/</link>
		<comments>http://dewipratami.wordpress.com/2010/11/14/lidah-bunglon-lebih-cepat-daripada-pesawat-jet-tempur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 02:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewipratami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewipratami.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Buku-buku teks zologi menjelaskan bahwa lidah balistik bunglon diperkuat oleh seutas otot pemercepat (akselerator).  Otot ini memanjang ketika menekan ke bawah pada tulang lidah, yang berupa tulang rawan kaku di tengah lidah, yang membungkusnya.  Akan tetapi, dalam sebuah penelitian yang telah disetujui untuk diterbitkan oleh majalah ilmiah Proceedings of the Royal Society of London (Series [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=37&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku-buku teks zologi menjelaskan bahwa lidah balistik bunglon diperkuat oleh seutas otot pemercepat (akselerator).  Otot ini memanjang ketika menekan ke bawah pada tulang lidah, yang berupa tulang rawan kaku di tengah lidah, yang membungkusnya.  Akan tetapi, dalam sebuah penelitian yang telah disetujui untuk diterbitkan oleh majalah ilmiah <em>Proceedings of the Royal Society of London (Series B)</em>, dua ahli morfologi yang memelajari kebiasaan makan bunglon menemukan unsur-unsur lain yang terkait dengan gerakan cepat lidah binatang ini. <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/087.htm#dipnot">(1)</a></p>
<p>Kedua peneliti Belanda ini, Jurriaan de Groot dari Universitas Leiden, dan Johan van Leeuwen dari Universitas Wageningen, mengambil film-film sinar X berkecepatan tinggi, yakni 500 bingkai per detik, dalam rangka menyelidiki bagaimana lidah bunglon bekerja ketika menangkap mangsa.  Film-film ini menunjukkan bahwa ujung lidah bunglon mengalami percepatan 50 g (g = konstanta gravitasi).  <strong> Percepatan ini </strong><strong> lima kali lebih besar daripada yang dapat dicapai oleh sebuah jet tempur.</strong></p>
<p>Para peneliti ini membedah jaringan lidah dan menemukan bahwa otot pemercepat sama sekali tidak cukup kuat untuk menghasilkan gaya yang diperlukan ini sendirian.  Dengan meneliti lidah bunglon, mereka menemukan keberadaan sedikitnya 10 bungkus licin, yang hingga saat itu belum diketahui, di antara otot pemercepat dan tulang lidah.  Bungkus-bungkus ini, yang melekat ke tulang lidah di ujungnya yang terdekat dengan mulut, teramati mengandung serat-serat protein berajutan spiral.  Serat-serat ini memadat dan berubah bentuk ketika otot pemercepat mengerut dan menyimpan tenaga bagaikan seutas pita karet yang tertekan.  Ketika mencapai ujung bulat tulang lidah, bungkus-bungkus yang ketat dan memanjang ini secara bersamaan menggelincir dan mengerut dengan kekuatan dan melontarkan lidah.  Secepat serat-serat ini menggelincir dari tulang lidah, bungkus-bungkus saling memisahkan diri bagaikan tabung-tabung sebuah teleskop, dan karena itu lidah mencapai jangkauan terjauhnya.  Van Leeuwen berkata, “ini adalah ketapel teleskopis.”</p>
<p>Ketapel ini memiliki ciri lain yang amat menyolok.  Ujung lidah mengambil bentuk hampa pada saat menghantam mangsa.  Ketika terlontar, lidah ini dapat menjulur sejauh enam kali panjangnya ketika istirahat di dalam mulut, dan dua kali panjang tubuhnya sendiri.</p>
<p>Jelaslah bahwa bungkus-bungkus yang saling terhubung pada lidah bunglon ini tidak pernah dapat dijelaskan menurut evolusi.  Dalam wacana itu, mari kita ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:</p>
<p>1.  Bagaimanakah masing-masing bungkus ini berevolusi ke tempatnya yang benar?</p>
<p>2.  Bagaimanakah lidah tumbuh sedemikian panjang?</p>
<p>3.  Bagaimanakah otot pemercepat muncul?</p>
<p>4.  Bagaimanakah bungkus-bungkus menyelaraskan gerak-geriknya sehingga membuat lidah mencapai panjang maksimumnya?</p>
<p>5.  Bagaimanakah bungkus-bungkus menumbuhkan kemampuan untuk “memanjangkan diri bak tabung-tabung teleskop”?</p>
<p>6.  Bagaimanakah binatang tersebut menyatukan semua bagian ini setelah “meluncurkan” lidah?</p>
<p>7.  Jika lidah ini diperoleh sebagai sifat menguntungkan akibat proses evolusi, lalu mengapa sifat unggul ini tidak berkembang pada binatang-binatang lain dan mengapa binatang-binatang lain tidak memiliki cara berburu yang sama?</p>
<p>8.  Bagaimanakah bunglon (atau binatang yang dianggap moyang peralihannya) dapat bertahan hidup ketika semua sistem yang rumit ini diduga pelan-pelan berevolusi? <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/087.htm#dipnot">(2)</a></p>
<p>Seorang evolusionis tidak akan memiliki jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan ini.  Gambar di sebelah kiri, sebuah lukisan yang mewakili penampang melintang lidah bunglon, menyingkapkan bahwa sistem sempurna ini bergantung pada penciptaan yang amat khusus.  Kelompok-kelompok otot dengan sifat-sifat yang berbeda secara tanpa cela melontarkan lidah, memercepatnya, menyebabkan lidah mengambil bentuk isap ketika menghantam mangsanya dan lalu cepat-cepat menariknya.  Kelompok-kelompok otot ini sama sekali tidak saling menghalangi fungsi masing-masing, namun bekerja dengan cara yang terselaraskan dalam menghantam mangsa dan menarik lidah kembali ke mulut dalam waktu kurang dari sedetik.   Tambahan lagi, berkat kerjasama antara sistem penglihatan dan otak, kedudukan mangsa diukur dan perintah bagi lidah balistik untuk “menembak!” diberikan oleh syaraf yang mengirimkan isyarat di dalam otak.</p>
<p>Sudah pasti, bunglon tidak dapat memikirkan dan merancang sendiri rancangan yang demikian rumit itu.  Penciptaan ini menyingkapkan keberadaan Allah, Sang Mahatahu dan Mahakuasa.  Tidak ada keraguan bahwa Allahlah, Yang Mahakuasa, Mahatahu, dan Mahabijaksana, Yang menciptakan bunglon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : http://www.harunyahya.com/indo/artikel/087.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewipratami.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewipratami.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewipratami.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewipratami.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewipratami.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewipratami.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewipratami.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewipratami.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewipratami.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewipratami.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewipratami.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewipratami.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewipratami.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewipratami.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewipratami.wordpress.com&amp;blog=10013506&amp;post=37&amp;subd=dewipratami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewipratami.wordpress.com/2010/11/14/lidah-bunglon-lebih-cepat-daripada-pesawat-jet-tempur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d036bdc87263a07557c10c9438fdfe9f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewipratami</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
